AMBON - Tuesday, 16 Sep 2014

  • Search
    • Selamat Datang

      Situs ini dibuat untuk saling melengkapi informasi tentang Maluku di internet.

      Harapan kami semoga mendapat apresiasi dan tanggapan balik demi melengkapi content yang telah ada.

      MEna...


  • Contact
    • Contact Us






    • Contact Info

      RUMAHTIGA - AMBON
      MALUKU - INDONESIA

      info@malukueyes.com

      0911-3884012

You are here: In Depth Publication KAPITAN PATTIMURA - 4.3. Genderang Perang Bertalu-talu di Haruku

KAPITAN PATTIMURA - 4.3. Genderang Perang Bertalu-talu di Haruku

Article Index
KAPITAN PATTIMURA
1.1. Patriotisme, Benang Merah Dalam Perjuangan Rakyat Maluku
1.2. Pahlawan-pahlawan Berguguran
2.1. Alam Maluku Membentuk Manusianya
2.2. Thomas Anak Haria
2.3. Cengkeraman Monopoli dan Kerja Rodi
2.4. Mungare-Mungare Lease
2.5. Inggris Kekuasaan Baru
2.6. Kompania Wolanda Kembali Lagi
2.7. Tiupan Angin Kebebasan
2.8. Sersan Mayor Thomas Matulessia
3.1. Maluku Berpindah Tangan
3.2. Demobilisasi
3.3. Kesan dan Beban
3.4. Gerakan Kemerdekaan
3.5. Rencana Saparua
3.6. Runtuhnya Benteng Duurstede; Sambutan Oleh Hitu
3.7. Drama di Waisisil
3.8. Proklamasi Haria
4.1. Panik di Kalangan Belanda
4.2. Tindakan Belanda
4.3. Genderang Perang Bertalu-talu di Haruku
4.4. Belanda Mencari Penyelesaian
4.5. Perundingan di Hatawano
4.6. Kemenangan Rakyat Hatawano
4.7. Patih Akoon Berkhianat
4.8. Mengatur Pemerintahan
4.9. Saparua Terancam
5.1. Merenungkan Tanggung Jawab
5.2. Strategi dan Taktik Seorang Laksamana
5.3. Pertarungan di Jazirah Hitu
5.4. Api Peperangan Membakar Haruku
5.5. Saparua Kubu Terakhir
5.6. Mega Mendung di Atas Lease
5.7. Pengorbanan di Tiang Gantungan
5.8. Ulupaha Menutup Tiang Gantungan
DAFTAR PUSTAKA
All Pages

4.3. Genderang Perang Bertalu-talu di Haruku

Kapitan Lukas Selano, Kapitan Lukas Lisapaly alias Aron dan Kapitan Pattisaba mulai melakukan persiapan-persiapan untuk melancarkan serangan terhadap Benteng Zeelandia. Ada halangan-halangan dari beberapa pihak. Laporan komandan wilayah Haruku yang disampaikan ke markas besar di Haria menyebabkan Pattimura memerintahkan agar patih Hulaliu dan Aboru, guru-guru dari Hulaliu, Aboru dan Wassu datang ke Haria. Tanggal 22 Mei mereka tiba. Rupa-rupanya mereka ini sering menghalangi persiapan perang yang sedang dijalankan. Pattimura marah; mereka dihardik dan diumpat, bahkan ada pula yang dipukul. Panglima perang ini bukan seorang yang lunak. la bertindak keras terhadap siapa saja yang menghalang-halangi perjuangan.

Sementara itu bala bantuan rakyat mengalir ke Haruku. Tanggal 26 Mei limapuluh delapan orang tiba dari Kamarian (Seram) di Haria pada saat musyawarah raja-raja-patih sedang berlangsung di baeleo, sehingga mereka sempat menyaksikan musyawarah itu. Pattimura kemudian memerintahkan agar mereka menuju ke Hulaliu, yang letaknya kira-kira seperempat jam berperahu dari Haria dan Porto.

Keesokan harinya, kira-kira pukul sepuluh, tiba di Haria pasukan lainnya dari Seram, yaitu dari Iha Luhu, Latu, Hualoi dan Amahai. Tengah hari pukul tiga tibalah raja Iha, Patih Latu, Orang-Kaya Sepai dan dua orang kaya dari Teluk Elpaputih dengan seratus orang pasukan. Pasukan Alifuru ini segera diberangkatkan ke Hulaliu pula.

Pukul lima sore, atas perintah Pattimura, raja Pelau, Patih Hulaliu dan orang kaya Kaibobu tiba di Haria. Mereka membuat suatu kesalahan, sehingga harus menelan kemarahan Pattimura. Mereka dihardik, ada yang dipukul dan diancam akan ditembak oleh orang-orang Haria yang mengepung mereka. Tindakan-tindakan Pattimura terhadap raja-raja dan patih yang masih ragu-ragu memimpin rakyat melawan Belanda sungguh keras.

Sementara pasukan rakyat mengalir ke Hulaliu. Kapitan Selano dan stafnya menggerakkan pasukan-pasukan untuk menduduki dan memperkuat Hulaliu, Kariu, Pelau, Kailolo, Oma, Ruhumoni dan Kabau. Seregu kecil serdadu Belanda yang menjaga Benteng Hoorn di Pelau tidak sanggup mempertahankan diri. Mereka semuanya tewas. Dari Kabau ke Negeri Haruku hanya lima kilometer. Di sini pasukan-pasukan disiapkan menunggu perintah penyerbuan. Pattimura dan stafnya menyeberang ke Hulaliu untuk memeriksa persiapan-persiapan. Sesudah itu ditetapkan tanggal penyerangan terhadap Benteng Zeelandia.

Kini pasukan rakyat di Pulau Haruku berjumlah kira-kira dua ribu orang. Seribu orang dari Seram, lima ratus dari Saparua dan lima ratus dari Haruku. Rakyat di tiap negeri sibuk membantu pasukan dengan menyediakan makanan, minuman, dan perumahan. Para kapitan sibuk mengatur pasukannya. Semangat tempur sangat tinggi. Suasana makin tegang dan panas. Satuan-satuan mulai menyusup masuk ke dalam hutan di sekitar Negeri Haruku. Kapitan Selano dan stafnya memindahkan markasnya di sekitar Benteng Zeelandia. Belandapun telah bersiap-siap. Sekitar duaratus orang mempertahankan benteng itu. Meriam meriam telah siap. Mereka telah mengetahui kekuatan rakyat. Belanda sangat berhati-hati, karena tidak menghendaki terulangnya nasib "Duurstede".

Jum'at 30 Mei, pagi-pagi benar terlihat kegiatan luar biasa di kalangan pasukan rakyat. Kapitan Selano membagi pasukannya dalam tiga divisi. Tujuhratus diantaranya bersenjata bedil; yang lain tombak, anak panah, kelewang dan parang. Benteng akan diserang dari tiga jurusan. Pada pagi itu Belanda pun telah berjaga-jaga. Kelihatan serdadu-serdadu bersandar pada tembok di bagian atas benteng menunggu serangan rakyat. Tepat pukul dua siang komando serangan diberikan. Teriakan dan sorakan dari Alifuru Seram melengking memecahkan kesunyian diikuti dengan teriakan tari perang cakalele. Dengan pakaian perang yang menyeramkan mereka keluar dari tiga jurusan. Beratus-ratus bedil meletus segera dibalas dari benteng, disusul oleh tembakan meriam yang gencar. Di sana-sini korban luka-luka diantara pasukan rakyat mulai jatuh. Makin mendekati benteng makin hebat dan gencar tembakan musuh. Serangan pertama kali ini dipukul mundur.

Kapitan Selano memberikan perintah menyusup barisan lagi. Untuk kedua kalinya datang serangan. Tembak-menembak semakin seru. Meriam-meriam memuntahkan peluru mautnya. Serdadu-serdadu Belanda tetap bertahan di belakang tembok benteng. Untuk kedua kalinya serangan ini dipukul mundur. Pasukan rakyat semakin panas dan bernafsu. Sekali lagi serangan diadakan, tetapi kali ini pula pasukan rakyat tidak berhasil mendekati benteng. Untuk ketiga kalinya serangan itu dipukul mundur. Banyak juga korban yang jatuh, Di pihak Belanda ada yang luka-luka. Tidak diketahui berapa banyak serdadu musuh yang mati tertembak. Sesudah komandan stafnya berunding menimbang-nimbang keadaan, maka dikeluarkan perintah supaya serangan ini dihentikan, dan sore hari Adrian Rajawane, seorang pengintai dari Kariu, tertangkap oleh Belanda. Ia disiksa secara ganas sehingga terpaksa membuka rahasia. Dikatakannya bahwa duaribu orang akan mengadakan serangan pada tanggal 2 Juni yang akan datang. Serangan akan dilakukan dari lima jurusan antara pukul duabelas dan tiga siang. Kemudian Van Driel mengambil tindakan. Rajawane dibawa ke Ambon. Bala bantuan diminta lagi dari Komandan Kravenhoff. Pemerintah Belanda mengirim tahanan serdadu berupa para rekrut baru.

Sementara itu kegagalan serangan disampaikan ke Haria. Kapitan Pattimura menjadi marah. Ia mengumpat dan memaki-maki. Lalu dikirim kurir ke Nusalaut dengan perintah supaya segera pasukan dikirim ke Haria. Tanggal 31 Mei, pasukan tiba. Pattimura memilih delapan orang untuk dikirim ke Haruku. Begitu banyak pasukan mengalir ke Haruku, sehinggga memerlukan organisasi yang baik, disiplin yang baik, pengaturan dan perumahan, keamanan bagi kaum wanita dan gadis-gadis remaja. Kapitan Selano dan Aron terkenal sebagai kapitan-kapitan yang keras dan tegas. Tidak segan-segan mereka menghukum mereka yang bersalah.

Tanggal 2 Juni tiba. Belanda berjaga-jaga, tetapi sepanjang hari tidak terjadi apa-apa. Malam hari penjagaan diperketat. Tetapi semalam itu pun tidak ada serangan. Baru keesokan harinya dari berbagai jurusan pasukan-pasukan bergerak mengadakan serangan. Cakalele dengan sorak-sorai dan teriakan disambut oleh tembakan meriam yang gencar. Tiga jam lamanya pertempuran berlangsung, kemudian pasukan rakyat mundur.

Apa sebabnya benteng tidak diserbu? Dengan kekuatan manusia yang begitu besar pasti benteng itu akan jatuh, sekalipun korban mungkin akan besar. Belanda sendiri tidak mengerti mengapa tidak ada penyerangan terhadap benteng. Kadet Scheidius dalam buku hariannya mencatat:

"Sangat mengherankan bahwa dengan kekuatan manusia yang begitu besar, mereka tidak berusaha mengadakan penyerbuan, sehingga dengan jumlah yang besar itu bisa membanjiri pertahanan kami. Andai kata hal itu terjadi, tamatlah riwayat serdadu-serdadu kami. Allah menjauhkan hal itu."

Kapitan Lukas Selano memerlukan konsultasi dengan kapitan Pattimura dan stafnya. Tanggal 4 Juni, kira-kira pukul enam pagi, ia menyeberang ke Haria dan membawa serta tiga orang yang luka-luka. Kepada markas besar ia melaporkan situasi serangan yang lalu.

Pukul sepuluh datang pasukan dari berbagai negeri di Saparua ke Haria. Kapitan Pattimura memilih delapan puluh orang untuk memperkuat para pejuang di Haruku. Lalu Kapitan Selano berangkat dengan pasukan itu kembali ke posnya. Keesokan harinya ia kembali ke Haria bersama Patih Aboru, Patih Wasuu, Raja Pelau, orang kaya Kaibobu, dan orang kaya Ruhumoni. Mereka melaporkan bahwa ada diantara rakyat Haruku dan Oma yang berusaha mengadakan perundingan dengan musuh. Pattimura menjadi sangat marah. Ia menghardik kepala-kepala itu dan memerintahkan untuk mencegah dan menolak perundingan apapun. Hukuman mati ditembak bisa dijatuhkan terhadap barang siapa yang mencoba mendekati musuh atau berunding. Kepala-kepala itu diperintahkan segera kembali dan memimpin rakyat mereka dengan baik.

Sementara itu Benteng Zeelandia diperkuat lagi menjadi tiga ratus orang ditambah dengan tujuhpuluh orang borgor. Kapal perang Inggris Swallow kelihatan di perairan Haruku dan turut membantu Belanda. Tanggal 9 Juni pasukan rakyat kembali mengadakan serangan umum, tetapi kali ini pun dipukul mundur. Sekali lagi tanggal 14 Juni serangan dilakukan dari tiga jurusan. Tetapi ternyata pertahanan benteng terlalu kuat untuk dipatahkan. Lagi pula Swallow turut memuntahkan peluru meriamnya ke tengah pasukan rakyat yang datang menyerbu, sehingga korban berguguran.

Siasat memecah-belah sekarang dipakai oleh Belanda. Ferdinandus, raja negeri Haruku, dipergunakan musuh untuk siasat ini. la diutus ke negeri Oma guna berunding dengan pemimpin-pemimpin pasukan rakyat dan raja Oma ditandu karena sudah berusia lanjut disertai duabelas orang. Tibalah raja itu di Oma dengan membawa bendera putih. Raja Oma, guru sekolah dan para kapitan menerima rombongan itu. Berkumpullah mereka di baeleo disaksikan pasukan rakyat Oma. Sesudah diadakan upacara adat perundingan dimulai, raja Haruku mengemukakan maksud kedatangannya. la datang sebagai utusan Belanda membawa pesan dari Residen Uitenbroek supaya raja Oma berangkat ke Haruku dan menyerahkan diri kepada Belanda. Si tua ini memperhitungkan usianya yang telah lanjut itu sebagai jaminan agar orang Oma dan rajanya akan menuruti nasihatnya. Tetapi alangkah salah perhitungannya. Bukan main amarah hadirin dan pasukan rakyat. Ini berarti suatu pengkhianatan. Raja Ferdinandus dan rombongannya disergap lalu dibunuh. Hanya empat orang berhasil lolos dan melarikan diri ke Haruku serta melaporkan kejadian itu kepada residen dan komandan Zeelandia.

Pembunuhan itu merupakan tantangan bagi Belanda. Van Driel dan Uitenbroek mengambil keputusan untuk menghukum rakyat Oma dan rakyat di negeri lain yang berdekatan dengan Negeri Haruku. Pasukan Belanda dikerahkan menyerang Oma. Pertempuran hebat terjadi. Tetapi akhimya pertahanan rakyat dapat dipatahkan. Rakyat menyingkir ke hutan dan gunung. Dari tempat itu mereka menyaksikan asap api mengepul naik ke udara. Setiap rumah musnah dibakar habis oleh tentara musuh. Sesudah itu Belanda mundur lagi ke benteng.

Dari Haruku menyusur pantai kapal perang kovert Iris. Di kawasan Ruhumoni pasukan didaratkan. Musuh ditangkis, pertempuran sengit pun terjadi. Dentuman meriam dari korvet Iris memaksakan pasukan rakyat mundur dari kedua negeri itu. Rakyat meninggalkan negerinya masuk ke hutan-hutan. Peristiwa di Oma terulang. Habislah terbakar rumah-rumah rakyat oleh musuh yang kemudian menarik diri ke kapal.

Tindakan pembakaran dan pemusnahan negeri sangat dipuji Komisaris Engelhard. Malahan dalam khayalannya ia ingin melihat kemusnahan rakyat. Ini ternyata dalam suratnya bertanggal 19 Juni yang dikirimkan kepada gubemur Belanda, Tielenius Krijthoff di Makasar, yang antara lain berbunyi:

"Berkahkah bangsa ini memberontak. Dalam tahun 1812 mereka juga sudah membunuh seorang Residen Inggris, demikian pula di Hila. Jadi untuk menjamin keamanan untuk selama-lamanya saya setuju supaya semua orang yang sudah dewasa dibunuh dan harus dijalankan dengan hati-hati agar kaum pemberontak tidak berkesempatan untuk melarikan diri."

Alangkah bejatnya moral seorang pembesar yang menamakan diri berasal dari bangsa yang beradab, yang ditugaskan untuk memerintah rakyat. Penuh nafsu pembunuhan. Jawaban rakyat adalah memerangi Belanda sampai merdeka atau mati.

Sementara itu apa yang terjadi di markas besar? Pattimura dan stafnya tidak senang melihat kegagalan kapitan-kapitan dan raja-raja di Haruku. Sering ia marah-marah jika tiba berita yang tidak menyenangkan dari pulau itu. Pikirannya berputar-putar. Apa sebabnya pasukan yang begitu besar tidak berhasil merebut Benteng Zeelandia? Pada tanggal 16 Juni orang-orang Hulaliu membawa raja Oma, guru sekolah Oma, lima orang laki-laki dan seorang anak kecil laki-laki, semuanya berasal dari Negeri Haruku. Raja Oma melaporkan peristiwa yang terjadi dengan raja Haruku. Kapitan Pattimura menjadi sangat marah. Demikian pula orang-orang Haria yang berada di markas besar. Orang-orang Haruku itu dipukul dan diancam untuk dibunuh.

Siang hari pukul duabelas, tanggal 18 Juni, ketika Pattimura berada di baeleo, datang orang-orang Aboru dengan sepucuk surat damai. Rupanya dari pihak Belanda. Setelah membacanya, Pattimura menolak menjawab surat itu. Dilemparkan surat itu ke tanah lalu berkata kepada orang-orang Aboru itu agar mengembalikan surat itu kepada pengirimnya. Orang-orang itu memungut surat itu lalu kembali ke Aboru.

Peristiwa pengkhianatan raja Haruku, yang diikuti serangan Belanda terhadap Oma, Kabau dan Ruhumoni mencemaskan Kapitan Pattimura dan stafnya. Mereka menyeberang ke Hulaliu untuk berunding dengan para komandan dan kapitan-kapitan setempat. Semua berpendapat bahwa pertahanan Belanda di benteng sudah sangat kuat, ditunjang oleh kapal-kapal perang. Jadi sudah sulit untuk merebut benteng itu. Kapitan Selano, Aron dan Pattisaba diperintahkan untuk menyusun barisan pertahanan Pulau Haruku. Belanda memang tidak berhasil diusir dari Haruku. Selalu saja terjadi kontak senjata dengan musuh yang beroperasi dari benteng. Keadaan ini berlangsung sampai bulan Oktober.

Berhari-hari rakyat di Pulau Saparua sangat sibuk. Tua-muda lelaki-perempuan, semua giat mengangkat batu karang, tanah dan pasir untuk membuat kubu-kubu pertahanan di negeri masing- masing. Kubu-kubu merupakan pagar batu, tinggi enam dan tebal empat kaki. Dengan peluru meriam empatpuluh delapan pon kubu itu tidak dapat ditembus. Kapitan Pattimura dan pembantu-pembantunya berkeliling mengawasi pembuatan kubu-kubu itu. Anthonie Rhebok ditugaskan menyeberang ke Nusalaut untuk mengatur dan mengkoordinasi pertahanan di sana. Kapitan Paulus Tiahahu ditetapkan sebagai komandan pasukan di Nusalaut.



 Read: 2837 times

Comments  

 
0 #22 Ellie 2014-09-10 11:59
Howdy! I ??uld have sworn I've vis?ted this site before ?ut after ?oing
through some of the articles I realized it's new to me. Anyw?ys,
I'm def?nitely delighted I stumbled upon it and I'll be bookmarking it and checking back frequently!


m? w?b-site; seo optimisation: http://bit.ly/1lNcV6v
Quote
 
 
0 #21 Solomon 2014-09-07 08:08
Thanks for you? personal marvelous posting!
? re?lly enjoyed reading ?t, you happen t? b? a gr?at author.I will
make ?ure to bookmark yo?r blog and definitelpy ?ill
come back in tthe future. ? want to encourage y?u to continue y?ur gre?t job, have a nice holiday weekend!



?ere is m? weeb pa?e: Mit
B?nären optionen Handeln: http://alplist.com/story.php?id=3279105
Quote
 
 
0 #20 Tisha 2014-09-02 23:26
Thank you for sharing your thoughts. I really appreciate your efforts and I am waiting
for your next post thanks once again.

Feel free to visit my site: quick youtube
views: http://www.fiverr.com/youngceaser/do-seo-article-submission-to-10000-unique-edu-sites-pr-5-to-9
Quote
 
 
0 #19 Lula 2014-08-22 05:45
Simply wish to say your article is as astonishing. The clearness on your submit is simply spectacular and that i can think you are
a professional on this subject. Fine with your permission let me to grasp your RSS feed
to stay updated with impending post. Thanks a million and please continue the enjoyable work.


Also visit my page: how to boost my youtube views: http://popups.pro/form-your-own-online-sphere-with-youtube/
Quote
 
 
0 #18 Florence 2014-07-11 13:07
Hey there! I'm at work surfing around your blog from my new
iphone! Just wanted to sayy I love reading your blog
and look forward to all your posts! Carry on the
superb work!

Also visit my blog :: how to buuy garcinia cambogia - premiumgarcinia cambogiaslim.Org: http://Premiumgarcinia cambogiaslim.org/benefits-using-premium-garcinia-cambogia-slim/,
Quote
 
 
0 #17 Victor 2014-07-08 16:35
Including diuretic in dailyy diet scheule ?s one of the ?est recommended natural remedies
t? reduc fat accumulation in body. ?f a supplement gts ?ou dosn and
tired, t?en h?w can you be up for a run. Some of the gammes tto lose weight t?at wer? mentioned ?bove may not b? right for
them, b?t th?re a?e options specially made f?r children.

?y website - weight loss suplements: http://Www.instructables.com/member/brigittejglf/
Quote
 
 
0 #16 Elmer 2014-07-07 15:52
What's up to all, how is all, I think every one is getting more from this
site, and your views are nice for new users.

Here is my web blog - blackhat: http://www.merpcon.com/archives/photos/2007/casonsnow-snapshot-merpcon3-2007.jpg/view
Quote
 
 
0 #15 Gretchen 2014-07-03 23:42
Thanjs for your marvelous posting! I genuinely enjoyed reading it,
you may be a great author. I will always bookmark your blog
and will eventually come back later on. I want to encourage you to definitely continue your great work,
have a nice morning!

My webpage - Smoke Star trial kit: http://www.ecigarettefreetrial.net/smoke-star-e-cigarette-free-trial/
Quote
 
 
0 #14 Indiana 2014-06-23 05:35
Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied
on the video to make your point. You obviously know what youre talking about, why throw away your intelligence on just
posting videos to your weblog when you could be giving us something informative to read?


Feel free to visit my web page ... online shopping (Indiana: http://www.amazon.com/University-of-Central-Florida-Ulti-Mat/dp/B0043A5E7M/ref=sr_pi_pm_npnf_3_52?m=AWU14OB9M7WS6&s=merchant-items&ie=UTF8&qid=1403294200&sr=1-52)
Quote
 
 
0 #13 Celina 2014-06-15 19:31
I like the valuable info you provide for your articles. I will
bookmark your weblog and test again here frequently.
I'm rather certain I'll be informed a lot of
new stuff right right here! Best of luck for the following!


My site: check my site: http://www.nexopia.com/users/waylonacpw/blog
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2011 MALUKU EYES
by: SCRIPT DIGITAL

Secured by Siteground Web Hosting